Seperti layaknya sesuatu yang sederhana, tragedy nama Gempa terbentuk karena sekolompok pemuda membentuk sebuah komunitas, nama Gempa sendiri diambil dari nama jalan di desa kami yaitu Jalan Andi Pangguriseng yang terletak di kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di desa Lampenai. Nama Gempa (Generasi Minoritas Pangguriseng)  itu tercermin dari nama Pahlawan Andi Pangguriseng yang teduh dalam kiprahnya, tentram dalam kesahajaannya, serta bermartabat dalam kesederhanaannya.

Sore itu, aku bekerja bakti bersama teman-temanku. Sebatang pohon dengen tua yang rindang melindungiku dari sengatan sinar mentari yang pancarannya senantiasa menyinari hari-hariku. Hari itu adalah hari yang sangat penting bagi anak-anak Gempa : Hari pertama membuat arena untuk pertandingan balap sepeda yang kami adakan.

Di sudut lapangan tempat kami membuat arena balapan terdapat sebuah rumah yang sederhana. Di mulut pintu rumah itu berdiri dua orang sahabatku yang sedang merancang lekuk-lekuk lintasan arena yang akan kami buat. Mereka adalah Ijonk dan Hasrul. Oh iya kelompok kami terdiri dari 12 orang yaitu Ijonk, Hasrul, Aris, Rafli, Enda, Vinki, Anto, Kadri, Leo, Vian, Edwin dan saya sendiri. Tapi pada kegiatan itu kami Cuma 10 orang karena salah seorang dari kami yaitu Leo, pada saat itu tidak bersama kami karena dia sedang berada di Sorowako, yah.. daerah Sorowako yang menjadi icon Kabupaten kami karena di sana terdapat tambang Nikel yang dikelola PT. INCO yang membuat Kabupaten kami termasuk kabupaten terkaya di Indonesia yang pendapatan asli daerahnya lebih besar bila dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya.
Yah.. mungkin itulah sejarah singkat terbentuknya kelompok kami. Anak-anak Gempa mempunyai beragam karakter kepribadian yang berbeda-beda, yang kadang akibat masalah kecil saja kami sering berdebat, dan walaupun begitu justru perbedaan itu yang membuat kami jadi satu dan saling mengerti antara satu dengan yang lainnya. Seperti Aris yang memiliki sifat adventurous yang suka melakukan hal-hal yang baru dan berani dengan tekad untuk melakukan apapun yang menjadi tujuannya, dia juga seorang pemuda yang persistent bila melakukan suatu pekerjaan, dia tidak akan berhenti melakukan suatu pekerjaan sampai selesai sebelum memulai pekerjaan lainnya. Sungguh seorang dari kelompok kami yang respectful yang sering menghargai para sahabatnya dengan rasa segan, kehormatan dan penuh penghargaan. Walaupun begitu dia juga sangat gokil sih sebenarnya dan sering iseng mengerjai kami dengan tingkah konyol dan kocaknya, yang sering membuat kami tertawa terpingkal-pingkal akibat ulahnya yang mengerjai kami lewat telepon selular, kadang ia mengirim sms mengaku sebagai polisi untuk mengeretak kami dan pernah juga mengaku sebagai cewek untuk menggoda kami,hehe… itulah sosok Aris.

Di antara anak-anak Gempa ada seorang yang paling tampan di antara kami dialah Rafli, kulitnya putih bagaikan orang bule dan wajahnya mirip actor terkenal Hollywood “Leonardo De’Caprio”. Penampilannya seperti para model yang akan berjalan di catwalk. Seorang pemuda yang musical yang punya apresiasi mendalam untuk music dan mempunyai komitmen terhadap music sebagai bentuk seni. Selain itu dia juga seorang pemuda bertipe mixes easily yang sangat menyukai pesta dan tidak pernah menganggap orang lain asing. Walaupun penampilannya hampir sempurna akan tetapi sahabat kami yang satu ini agak sedikit gagap kalau berbicara dan agak rash yang selalu bertindak tergesa-gesa tanpa memikirkan dengan tuntas akibat sifatnya yang tidak sabaran,hehe (semoga ia tidak marah membaca tulisanku ini).
Tapi Hasrul (Batman begitu kami sering memanggilnya) dan Anto, saya menulis langsung mereka berdua bukan karena mukanya mirip tapi paling sering beradu argumentasi alias berdebat, mereka berdua mungkin yang paling susah di atur dikelompok kami,hehe.. ehm.. walaupun begitu keduanya pun memiliki karakteristik yang nggak kalah dengan teman-teman yang lain. Si Batman adalah penyiar radio di daerah kami, radio swara Tomallatta namanya. Dia bagaikan actor terkenal yang memiliki banyak fans dari segala penjuru desa kami, suaranya sering di tunggu-tunggu oleh para pendengar setia radionya, selain itu dia mempunyai jiwa adventure yang suka ikut mendaki gunung dan menjelajah hutan bersama anak-anak pecinta alam lainnya. Seorang pemuda yang memiliki jiwa restless yang menyukai kegiatan yang bersifat baru dan terus menerus karena tidak merasa senang melakukan hal yang sama sepanjang waktu. Walaupun begitu dia juga mempunyai tingakah yang konyol, pernah pada suatu kegiatan perkemahan di Pantai Loppe, akibat tidak adanya hiburan, dia menciptakan sensasi dengan cara pura-pura kesurupan alias kesambet, temen-temennya yang lain berusaha memanggil orang-orang pintar untuk menyembuhkannya tetapi nggak sadar-sadar juga,hehe maklumlah orang lagi acting. Padahal merica sudah di usapkan di matanya di tahan pula pedesnya, nggak gila gak tuh…!! Orang-orang pada khawatir, eh.. ternyata Cuma bo’ongan (karawo-rawo begitu kami menyebutnya).

Lain halnya dengan Anto seorang type pemuda yang suka bekerja keras, suka mengotak-atik mesin, maklumlah.. karena dia memang ahli dalam hal mekanik, bahkan kami sering meminta bantuannya bila ada masalah pada motor kami. Tak susah melukiskan sosok Anto yang sangat sederhana, rambutnya mirip penyayi senior “Ahmad Albar” dengan postur tubuh mirip pemain sepak bola nasional “Richardo Salamppessi”. Dia juga sangat suka dengan olah raga sepak bola. Seorang pemuda yang bersifat adaptable yang mudah menyesuaikan diri dan senang dalam setiap situasi. Teman-teman ku sering memanggilnya dengan sebutan “jin”, aku juga nggak paham mengapa anak-anak menjulukinya demikian. Mungkin karena telinga temanku ini agak gede’ mirip pemeran “King Picolo” yang ada pada film cartoon DragonBall,hehe. Walaupun demikian Anto sudah kebal bila kami menyebutnya sebagai “Jin”..hehe..
Masalah pekerja keras kayaknya melekat pula pada sosok Edwin, kawan kami yang bertubuh kekar bak binaragawan, bahkan sekali-kali kami sering memanggilnya Tarzan ataupun Samson. Saking kuatnya dia bekerja, sampai-sampai ia pernah jatuh dari pohon langsat yang tingginya bagai tiang listrik ketika sedang memetik buah langsat, sering juga kami dapati matanya memerah akibat kurang tidur kalau musim buah durian tiba. Selain itu diapun pandai melaut karena dari ia kecil sering ikut membantu orang tuanya ke laut mencari nafkah, sungguh seorang sosok yang sangat patuh dan berbakti kepada orang tuanya. Pernah pula kami di ajak jalan-jalan melihat pemandangan laut dengan ketingtingnya, ketingting adalah sebutan untuk perahu nelayan di desa kami yang sisi kiri dan kanannya melintang balok dan bamboo sebagai penyeimbang perahu bila diterjang ombak (anda tentu paham maksud saya). Ketinting itu diberi nama GAM tapi bukan gerakan separatis yang ada di Nangroe Aceh Darussalam melainkan karena nama ayahandanya adalah Aceh.
Edwin juga sering dijuluki ustsds, maklumlah karena dia seorang pemuda yang sedikit banyak mengerti tentang Agama, bahkan tak jarang pula kami berdebat masalah Agama dengannya.
Adapun sosok Ijonk yang sering dijadikan leader di kelompok kami karena diantara kami semua dia memang yang paling tua, Ijonk ini tidak lain adalah kakak dari Aris. Pemuda yang bersifat resourceful yang punya segudang bakat seperti membuat spanduk, membuat stempel dan sebagainya. Pemuda yang bisa bertindak cepat dan efektif, boleh dikata dalam setiap situasi.
Kadri, Vian & Vinki ketiga teman kami ini yang mempunyai postur tubuh lebih kecil daripada kami semua. Kadri adalah pemuda yang paling tidak bisa menawan tawa, dan kalau ia ketawa suaranya bahkan lebih dahsyat daripada petir, sampai-sampai sering mukanya merah akibat tawanya yang cekikikan, salah satu kelemahan Kadri adalah dia amat sangat lelet, dia paling sering membuat kami menunggu berjam-jam. Adapun Vian yaitu teman yang dapat diandalkan bila mengurus masalah-masalah keuangan, teman yang pandai mencari dana dan sponsor bila kami mempunyai kegiatan, dia juga seorang yang satisfied dimana dia dengan mudah menerima keadaan atau situasi apa saja. Dan mereka bertiga mempunyai satu kesamaan yaitu, paling pintar godain cewe dengan rayuannya bak pujangga.
Berbeda pula sosok Enda. Enda adalah sosok yang terbilang genius di kelompok kami, dia sering mengeluarkan ide-ide cemerlang dan kreatif. Dia pun sangat strong-willed yang yakin akan caranya sendiri. Sehingga Ia termasuk salah seorang yang jago debat di kelompok kami sesuai sikapnya yang outspoken yang sering bicara terang-terangan. dia juga termasuk type yang self-reliant yang mandiri serta bisa sepenuhnya mengandalkan kemampuan, penilaian dan sumberdayanya sendiri.
Dan personil Gempa yang terakhir adalah saya sendiri. Nama saya Ijal, begitu teman-teman memanggil saya. Seorang pemuda yang faithfull secara konsisten bisa di andalkan, teguh, setia dan mengabdi kadang-kadang tanpa alasan. Dan aku adalah yang paling muda di kelompok Gempa. Tidak banyak yang dapat aku lukiskan tentang diri saya karena menurutku lebih pantas aku di nilai oleh orang lain daripada oleh diri sendiri,hehe..
Ehm.. mungkin inilah keadaan personil-personil gempa yang masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda, dan membuat hidup kami menjadi penuh warna.