Danau Matano, demikian nama sebuah danau yang terletak di wilayah Kabupaten Luwu Timur propinsi Sulawesi Selatan. Danau ini masuk kategori terdalam ke enam di dunia (sumber : majalah National Geographic). Di sekeliling danau terdapat tiga pemukiman penduduk yaitu Desa Matano, Desa Nuha dan Sorowako. Di Sorowako inilah beroperasi salah satu tambang nikel terbesar di dunia yang kemudian keberadaan perusahaan ini akhirnya menjadikan Sorowako menjadi sebuah kota kecil yang penduduknya terdiri dari berbagai suku dan etnis. Namun kemajemukan suku ini justru menjadi sebuah daya tarik tersendiri karena budaya kerukunan dan kebersamaan masyarakatnya terjalin dengan kuat.

 

sumber gambar : kfk.kompas.com/sfkphotos/2009/04…no-12920

Para pelancong sampai ke Sorowako, biasanya menggunakan transportasi darat dan udara. Namun untuk transportasi udara hanya bisa dinikmati melalui jalur penerbangan Makassar dan juga harus siap merogoh kocek kurang lebih 1,2 juta rupiah untuk satu ticket pesawat. Sementara jika menggunakan transportasi darat hanya akan mengeluarkan kurang lebih 150 ribu dari Makassar. dan bagi BackPacker mungkin perjalanan darat lebih menghebat biaya perjalanan

sumber gambar : kamalsuraba.blogdetik.com

Danau ini juga punya legenda tersendiri, konon Nama danau Matano diambil dari nama Desa Matano yang terletak di ujung barat danau karena di desa ini terdapat sebuah Mata Air yang tidak pernah kering dan airnya mengalir ke danau. Konon menurut orang-orang dahulu, bahwa Mata Air Matano ini adalah sumber airnya Danau Matano. Yang lebih menarik lagi karena danau ini dikelilingi oleh perbukitan hijau sehingga menjadi sebuah keindahan tersendiri. Apalagi jika kita memandang danau dari atas bukit, maka permukaan danau akan tampak seperti permukaan kaca yang membiru. Jika kita menyelam dan menyusuri daerah pinggiran, kita akan mendapati beberapa tempat dengan batu-batuan seperti batu endapan bekas lahar gunung berapi. Hanya saja sampai saat ini belum ada penelitian resmi apakah danau ini merupakan danau vulkanik atau bukan. Selain batu-batuan, ada juga sebuah goa yang tergenang air di mana pintu goa menghadap ke danau sehingga jika permukaan air surut kita akan melihat dengan jelas pintu goa yang menganga. Goa ini letaknya tidak jauh dari kota Sorowako.

sumber gambar : http://kamalsuraba.blogdetik.com

Setiap hari libur, danau Matano selalu menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi. Pengunjungnya bukan hanya berasal dari masyarakat setempat tapi juga dari luar wilayah Luwu Timur. Danau ini akan menjadi kolam renang gratis bagi pengujungnya karena selain airnya tawar, juga jernih dan sejuk. Pengunjung bisa menikmati pemandangan danau dengan berkeliling danau menggunakan katinting dan raft yang merupakan kendaraan khas di danau ini. Jika tertarik dengan olahraga Selam dan Selancar Angin, bisa bergabung dengan club yang sudah dibentuk para pecinta olahraga ini di Sorowako. Tidak hanya itu, bagi pecinta fotografi, wilayah danau memiliki banyak tempat untuk melakukan hunting. Tidak heran jika para fotografer di Sorowako tidak habis-habisnya mengabadikan pemandangan dan moment-moment indah yang terdapat di danau ini….

setiap pagi, kita bisa menikmati sinar mentari yang bersinar dan membiasi permukaan danau. Belum lagi jika gumpalan awan terbentuk di atas danau atau di atas bukit, maka bias sinar mentari saat terbit dan terbenam akan menjadi daya tarik tersendiri. Sebuah likisan alam yang indah sangat indah.

Danau ini memiliki beberapa ekosistem air tawar. Botini adalah ikan khas di danau ini. Ada juga ikan jenis lain seperti Mas, Mujair, Gabus dan Lele. Selain ikan, juga ada siput danau, tiram, kepiting dan udang yang masing-masing memiliki bentuk dan rasa yang khas. Setiap hari kita akan selalu melihat aktifitas masyarakat pencari ikan dengan cara-cara tradisional. Namun cara inilah yang paling cocok untuk tetap mempertahankan ekosistem danau.

Di samping keindahan alam danau Matano, keramahan masyarakat juga merupakan salah satu daya tarik yang akan membuat nyaman untuk berwisata ke daerah ini. Masyarakat sudah terbiasa berbaur dengan semua etnis dari mana saja. Bahkan orang asing pun banyak berkunjung dan bekerja di daerah ini. Ada pameo yang populer di daerah ini, jika sudah meminum air danau matano, berat rasanya untuk meninggalkannya. Atau akan selalu merindukannya. Entah benar atau tidak, yang bisa menjawab hanya yang merasakannya.

sumber gambar : http://kamalsuraba.blogdetik.com

“So… Bagi kalian yang ingin menikmati keindahan Danau Matano, silahkan berkunjung ke Luwu Timur….”,