Pernah dengar makanan yang namanya “Kapurung”, nah.. di daerahku ada makanan khas yang disebut “kapurung”. Makanan khas yang terbuat dari sagu ini, mirip dengan papeda di Papua. Hanya saja, kapurung dibuat bulat dengan menggunakan sepasang sumpit (istilah org Palopo/Luwu ‘didui’ dan dicampur bersama kuah pedis, sayur mayur, jeruk nipis dan daging ikan, udang atau daging ayam. Makanan ini tidak perlu dikunyah, tapi langsung ditelan saja, itu sebabnya di Palopo/Luwu, orang lebih sering menyebutnya “minum kapurung”. Kalau dikunyah, justru akan terasa hambar, kesulitan, akan lengket sana sini di ruang mulut. Kapurung menjadi satu dari sekian banyak menu yang disajikan pada tiap acara-acara orang Palopo selain masih banyak pilihan menu makanan khas lainnya seperti lawa’, pocco’, parede, dan lainnya.

 

Kapurung, Makanan Khas Palopo Berbahan Dasar Sagu

Luwu secara umum juga terkenal dengan buah-buahannya. Durian, langsat, rambutan dan Jeruk. Yang paling populer adalah duriannya. Karena saking banyaknya durian di daerah ini, jika musimnya tiba ada pemilik kebun yang hanya mengharuskan seseorang membayar buah yang di bawah pulang saja, sedangkan yang dimakan di bawah pohonnya sampai puas semuanya free alias gratis…

Durian palopo terkenal dengan daging buahnya yang tebal
Orang jualan buah langsat pun cukup unik, pada musimnya buah langsat umumnya dijual per pohon, jadi seseorang membeli buah langsat yang masih ada di pohonnya dan buah pohon itu akan menjadi milik si pembeli sampai habis. Umumnya yang membeli perpohon itu adalah pedagang yang akan menjual kembali langsat tersebut. tapi paling asik kalau ada tetangga yang panen, pasti kebagian juga… hehehehe
Buah langsat sering dijual per pohon 

Buah Langsat Sering Dijual per Pohon
Selain itu ada 2 jenis buah yang hanya pernah saya lihat di daerah Luwu, dan tidak ada di daerah lain; buah tarra’ di daerahku Wotu biasa juga disebut dengan buah tipulu (buahnya sekilas mirip nangka tapi isinya berwarna putih, tidak bergetah dan bijinya kecil-kecil) dan buah patikala yang biasa digunakan sebagai pengganti asam jawa, karena buahnya yang konon terasa kecut dan bentuknya yang unik, sekilas terlihat seperti kelapa sawit.
Buah Tarra' Orisinil Palopo 

Buah Patikala
Buah Tarra Orisinil Luwu-Palopo 

Buah Tarra’ Orisinil Luwu-Palopo
Ternyata Indonesia Kaya akan wisata dan Kuliner…
About these ads